Jonatan Christie Sudah Move On dari Olimpiade, Siap Menang Lagi!【E World Expo ratusan kemampuan musik】

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:188 skor basket jaring judi

"Kondisi saya sejauh ini sudah oke, kemarin setelah Olimpiade memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Sekarang memang belum masuk ke latihan persiapan, masih recovery, seperti mengembalikan kondisi fisik, otot, mental dan semuanya sebelum nanti masuk ke latihan jelang turnamen," kata Jonatan.

Setelah itu, Indonesia juga akan mempersiapkan diri mengikuti tiga turnamen besar yaitu Indonesia Masters (16-21 November), Indonesia Terbuka (23-28 November), dan BWF World Tour Finals (1-5 Desember) yang seluruhnya berlangsung di Bali. Sebelum akhirnya turnamen berhenti di Kejuaraan Dunia pada 12-19 Desember di Kota Huelva, Spanyol.

Jonatan Christie gagal mewujudkan mimpi meraih medali multievent terbesar di dunia. Ia harus puas dengan hasil babak 16 besar usai dikalahkan wakil China Shi Yu Qi dengan skor 11-21, 9-21. Namun, kegagalan itu tak ia biarkan berlarut lama. Dia sudah fokus ke turnamen lainnya.

Jonatan Christie bersiap dan fokus untuk turnamen selanjutnya (dok PBSI)

"Olimpiade memang salah satu impian terbesar semua atlet, tapi sebenarnya pertandingan penting bukan hanya Olimpiade. Masih banyak lagi yang akan datang seperti Sudirman Cup dan Thomas Cup, juga di akhir tahun masih ada Kejuaraan Dunia. Jadi banyak hal yang harus kita perjuangkan. Yang berlalu biarlah berlalu, tinggal sekarang bagaimana kita untuk menatap ke depan," lanjutnya.

Jonatan Christie mengaku sudah move on dari kegagalannya di Olimpiade Tokyo 2020. Dia kini menatap turnamen yang ada di depan mata.

-

"Untuk ke depan paling tinggal disiapkan untuk terus menjaga kondisi dan semoga dijauhkan dari cedera," tuturnya.

Jojo, panggilan karib Jonatan Christie, sudah menjalani latihan selama kurang lebih tiga minggu dan saat ini kondisinya dalam keadaan baik. Jika tak ada halangan, Jonatan akan dipersiapkan untuk mengikuti Piala Sudirman (26 September-3 Oktober), Piala Thomas & Uber (9-17 Oktober), Denmark Terbuka (19-24 Oktober), Perancis Terbuka (26-31 Oktober), dan SaarLorLux Terbuka (2-7 November).

"Saya sudah melupakan hasil di Olimpiade, sudah move on sebenarnya tapi belum 100% karena tetap masih ada pemikiran-pemikiran yang lalu. Tapi balik lagi bagaimana caranya supaya itu menjadi sebuah pengalaman, bukan sebuah tekanan," ungkap Jonatan dalam keterangan tertulisnya.